Pekalongan, Plosopos.com-
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai garda muda NU di
kampus, hendaknya tidak perlu berpikir panjang dan bertele-tele untuk
kembali sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama. Karena apa yang telah
dilakukan selama ini dengan mendeklarasikan diri independen, tapi
kenyataannya atau secara defacto PMII ya selalu di bawah naungan NU.
Oleh karena itu, desakan berbagai pihak, termasuk keinginan NU untuk
mengembalikan status PMII saat ini hendaknya patut kita sambut dan kita
dukung, agar PMII tidak kehilangan obor sejarah.
Hal itu disampaikan Rais Am Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahli Thariqah Al
Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, di
hadapan ratusan anggota PMII Cabang Pekalongan dalam acara Kanzus
Sholawat di Pekalongan, Sabtu (21/3).
Dikatakan, sebagai kader yang berhaluan ahlus sunnah wal jama’ah,
banyak pekerjaan dan tugas PMII yang harus segera dilaksanakan antara
lain membentengi anak-anak muda kampus dari paham radikalisme dan
memperkenalkan wajah islam moderat yang rahmatan lil ‘alamin.
“Jangan sampai PMII kehilangan obor sejarah, PMII lahir dari rahim NU
dan di saat ancaman semakin kencang maka tidak usah berpikir panjang
untuk kembali ke NU,” pesannya.
Menurutnya, saat ini banyak kelompok-kelompok yang akan menghilangkan
sejarah keislaman, maka sebagai mahasiswa sudah seharusnya belajar
dengan sebaik mungkin mengetahui sejarah secara mendalam dan dijaga
dengan baik.
Sebagaimana diketahui, wacana kembalinya PMII menjadi banom NU yang
akan di rekomendasikan pada muktamar NU di Jombang mulai mengemuka.
Meski terjadi pro dan kontra, PBNU telah mengagendakan pada muktamar di
Jombang Agustus mendatang membahas posisi PMII secara khusus.
Acara yang diselenggarakan dengan tema “Meneguhkan Ke-Aswajaan PMII
Menuju Kejayaan NKRI” dihadiri dan disaksikan sejumlah pihak, antara
lain ratusan kader PMII, OKP di wilayah Pekalongan, dan siswa SLTA yang
berada di bawah LP. Ma’arif NU Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Acara tersebut diawali dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad Saw,
dilanjutkan dengan pelantikan oleh sekretaris jenderal (sekjen) PB PMII
Abdul Haris Wally dan di akhiri dengan dialog langsung dengan Maulana
Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. nujateng.com











