Cepat dan Lugas

Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita

Motivasi kehidupan

Hidup adalah buah perjuangan panjang, dan mati adalah buah perjuangan abadi.

Cinta dan kebersamaan

Jadikan tantanganmu untuk kenyamananmu

Kebahagiaan

Akan sulit rasanya membahagiakan orang lain sementara diri sendiri tidak berbahagia.

Cinta

Kita berhak berhasil. Tapi, seperti semua hak, kita lah yang diharapkan menjemputnya

Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Monday, March 30, 2015

Resensi Novel " MATA PENAKLUK "

Judul                      : Mata Penakluk
Penulis                   : Abdullah Wong
Penerbit                  : Expose
Tanggal terbit          : Januari-2015
Jumlah Halaman      : 301
 Peresensi                : Sofyan Tsauri

Awal tahun 2015 ini, dunia buku, terutama di jagat sastra Indonesia, telah dihadirkan sebuah buku antik dan unik. Buku novel itu berjudul Mata Penakluk, karya Abdullah Wong. Disebut antik, karena novel ini ditulis dengan cara yang “berani”.
Disebut berani, karena di novel itu sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagi tema utama disajikan dalam bentuk monolog imajiner. Sehingga saat membaca novel ini kita seakan sedang membaca langsung penuturan Gus Dur. Dalam novel setebal 300 halaman ini kita akan melihat secara imajinatif bagaimana perasaan Gus Dur dalam melihat realitas kehidupan dirinya sendiri.