Saturday, April 4, 2015

Pernyataan Pers Ahlulbait Indonesia Terkait Konflik di Yaman

Terkait perkembangan konflik di Yaman belakangan ini, maka dengan ini Ahlulbait Indonesia menyatakan:

  1.  Menentang setiap bentuk agresi dan invasi suatu negara terhadap kedaulatan negara lain, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
  2. Menghimbau kepada segenap rakyat Indonesia untuk meneguhkan sikap terhadap kedaulatan setiap negara merdeka.
  3. Menentang lembaga mana pun atau individu siapa pun yang berdomisili dan berkewarganegaraan Indonesia yang ikut campur dalam urusan dalam negeri Yaman. Masalah internal Yaman harus diputuskan oleh rakyat Yaman sendiri
  4. Menolak keras setiap dukungan dalam bentuk apa pun dari warga negara Indonesia, baik atas nama pribadi atau kelembagaan, kepada Kerajaan Saudi Arabia dan negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council) atas agresi dan invasi yang mereka lakukan terhadap Yaman.
  5. Menegaskan bahwa dukungan terhadap serangan koalisi negara asing ke Yaman hakikatnya adalah persetujuan terhadap agresi dan invasi yang mengindikasikan ketidakpedulian atas kedaulatan sebuah negara, termasuk posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat.
  6. Dukungan atas agresi dan invasi negara asing terhadap suatu negara yang berdaulat hakikatnya adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
  7. Dukungan atas agresi dan invasi negara asing terhadap suatu negara yang berdaulat hakikatnya segaris dengan ide lintas negara yang diusung oleh kelompok-kelompok radikal semacam ISIS dan Al-Qaeda.
  8. Mengecam keras media-media massa Indonesia yang membangun stereotip dengan menyebut warga Houthi dan mayoritas rakyat Yaman lainnya sebagai “pemberontak Syiah,” sedangkan negara-negara asing agresor dengan sebutan “koalisi negara-negara Teluk”. Demikian juga penggunaan kata “Syiah” tersebut, dapat menyesatkan dan memecah belah umat Islam Indonesia karena mengeksplisitkan bahwa konflik di Yaman adalah konflik antar mazhab, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah murni konflik politik.
  9. Menghimbau kepada segenap rakyat Indonesia untuk tidak mudah terpancing oleh segala bentuk pemberitaan tentang konflik di negara lain yang dapat memperkeruh kerukunan antar umat Islam di Indonesia.

Jakarta, 1 April 2015
Dewan Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia
Mengetahui
Ketua Umum
KH. Hassan Alaydrus

Related Posts:

  • Pelajar dan Pemilu 2014 Normal 0 false false false IN X-NONE AR-SA … Read More
  • 7 kandidat siap bertarung Jombang, Plosopos.com Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang akan menggelar konferensi pada akhir bulan April ini. Sampai saat ini muncul 7 nama yang siap bersaing memegang tongkat kepemimpinan pemuda NU Jombang ter… Read More
  • lama fakum,kini hidup kembali IPNU-IPPNU KesambenJombang, Plosopos.comSetelah rapat di masjid Baitul Huda, Ahad (13/4), anggota ranting IPNU-IPPNU Pojok Kulon sepakat untuk menghidupkan kembali kepengurusan organisasi pelajar NU di kecamatan Kesamben, Jombang setelah lam… Read More
  • H. Zulfikar Damam Ikhwant Nahkoda Baru Ansor JombangJombang,Plosopos.com H. Zulfikar Damam Ikhwanto, terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang masa khidmad 2014 – 2018. Itu setelah dirinya memperoleh dukungan suara terbanyak dalam Konferensi Cabang … Read More
  • PKB akibat NU Effect Plosopos.com, Jakarta ~ Direktur Ekskutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai peningkatan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hampir 100 persen pada pemilu legislatif 2014 merupakan efek dari dukunga… Read More

0 comments:

Post a Comment